Selasa, 18 September 2012


ASKEB BENDUNGAN ASI


PEMBENDUNGAN ASI
1. Pengertian
Pembendungan asi menurut pritchar ( 2002 ) adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan oleh sempurna atau karena kelainan pada puting susu ( buku obsteri williams)
Keluhan ibu menurut prawirohardjo (2005) adalah payudara bengkak, keras, panas dan nyeri. Penanganan sebaiknya dimulai selama hamil dengan perawatan payudara untuk mencegah terjadinya kelainan. Bila terjadi juga maka berikan terapi simtomati,untuk sakitnya (analgetika), kosongkan payudara, sebelum menyusui pengurutan dulu atau dipompa sehingga sumbatan hilang, kalau perlu berikan stilbestrol atau lynoral tablet 3 kali sehari selama 2-3 hari.
Kepenuhan fisiologis menurut Rustam (2005) adalah sejak hari ketiga sampai hari keenam setelah persalinan,ketika ASI secara normal dihasilkan payudaramenjadi sangat penuh. Hal ini bersifat fisiologis dan pengisapan yang efektif dan pengeluaran asi oleh bayi. Rasa penuh tersebut pulih dengan cepat namun dapat berkembang menjadi bendungan. Pada bendungan, payudara terisi penuh dengan ASI dan cairan jaringan. Aliran vena limpatik tersumbat aliran susu menjadi terhambat dan tekanan pada saluran asidengan alveoli meningkat. Payudara menjadi bengkak,merah dan mengkilap.
Jadi dapat diambil kesimpulan perbedaan kepenuhan fisiologis maupun bendungan ASI adalah
a. Payudara yang penuh terasa panas,berat dan keras.,tidak terlihat mengkilap. ASI biasanya mengalir dengan lancar dengan kadang-kadang menetes secara spontan
b. Payudara yang terbendung membesar,membengkak dan sangat nyeri. Payudara terlihat mengkilap dan puting susu teregang menjadi rata. ASI tidak mengalir dengan mudah dan bayi sulit menghisap ASI sampai bengkak berkurang.
(Rustam muchtar.2005.sinopsis obstetri,bandung.eleman)
2. PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS
Langkah-langkah membersihkan puting susu
1. Siapkan handukm baby oil dan kapas
2. Letakkan handuk dibawah payudara
3. Basahi kapas dengan baby oil
4. Kompres kedua puting susu dengan kapas tersebut selama kurang lebih 5 menit
5. Gosok-gosokan kapas disekitar piting susu atau bagian aerola yang bewarna kecoklatan untuk mengangkat kotoran
6. Lumuri kedua tangan dengan baby oil
7. Untuk jenis puting susu yang normal ( menonjol ke luar ) gunakan ibu jari dan telunjuk yang sudah diolesi baby oil. Untuk memutar kearah dalam sebanyak 25 kali. Ini bisa membantu meningkatkan elastisitas otot puting susu.
8. Untuk jenis puting susu yang datar atau masuk kedalam. Letakan kedua telunjuk masing-masing disebelah kiri dan kanan puting susu. Setelah itu letakan lagi kedua telunjuk masing-masing diatas dan dibawah puting susu. Tekan lagi perlahan-lahan lalu hentakan tiba-tiba kearah luar menjauhi puting susu.
Langkah-langkah pemijatan payudara
1. Tuangkan baby oil atau minyak zaitun dikedua tangan
2. Letakan kedua telapak tangan diantara kedua payudara kenudian pijatlah mulai dari atas kesamping luar,kebawah lalu menuju puting sususambil mengangkat payudara perlahan dan melepaskanya perlahan pula. Lakukan sebanyak 25 kali.
3. Topang payudara kiri dengan tangan kiri. Gunakan 3 jari tangan untuk membuat gerakan memutar sambil menekan. Mulai dari pangkal dada dan berakhir pada puting susu. Lakukan hal yang sama dengan payudara sebelah kanan masing-masing 25 kali.
Pengompresan dan perawatan payudara
1. Kompreslah kedua belah payudara dengan kain waslap hangat ± 3 menit. Kemudian teruskan dengan kain waslap dingin ± 3 menit juga
2. Gunakan waslap yang terakhir untuk membersihkan payudara dari minyak zaitun atau baby oil bekas pijatan.
Terapi dan pengobatan menurut prawirohardjo ( 2005) adalah
a. Anjurkan ibu untuk tetap menyusu bayinya
b. Anjurkan untuk ibu melakukan post natal breast care
c. Lakukan pengompresan dengan air hangat sebelum menyusu dan kompres dingin sesudah menyusui untuk mengurangi rasa nyeri
d. Gunakan BH yang menopang
e. Gunakan parasetamol 500 mg untuk mengurangi rasa nyeri dan menurunkan panas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar